Obat Gurah Untuk Pernapasan
Minggu, 05 Juni 2011
82 Juta Penduduk Indonesia Jadi Perokok Aktif
Kepulan Asap Rokok Bisa Bikin Orang Kena Diabetes
Kepulan asap rokok ini bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup)baik bagi perokok aktif maupun pasif.
Sebuah studi menunjukkan bahwa asap rokok meningkatkan risiko diabetes tipe 2, dan risiko ini akan lebih tinggi terjadi pada perokok pasif. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam paper Diabetes Care.
"Potensi risiko diabetes dari paparan asap rokok ini sebelumnya tidak diketahui. Untuk itu masyarakat sebaiknya membatasi paparan asap rokok dari lingkungan sekitarnya," ujar Dr David Nathan, kepala Diabetes Center di Massachusetts General Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2011).
Untuk studi terbaru ini, Dr John P Forman dan kolega dari Brigham and Women's Hospital di Boston melihat respons dari 100.000 perempuan. Partisipan ini diberi pertanyaan seputar berapa lama waktu mereka menjadi perokok aktif ataupun perokok pasif.
Forman dan tim menemukan bahwa perempuan yang merokok lebih dari dua bungkus sehari memiliki kemungkinan paling tinggi terkena diabetes, dan risiko terkena diabetes ini akan lebih tinggi terjadi pada perempuan yang terpapar asap rokok (perokok pasif).
"Meski partisipannya adalah perempuan tapi tidak ada alasan bahwa hasil penelitian ini tidak berlaku untuk kaum laki-laki, karena faktor risiko penyakit diabetes sama untuk kedua jenis kelamin," ujar Forman.
Sementara itu Nathan menuturkan belum diketahui dengan pasti apa hubungan antara diabetes dan merokok, tapi ada kemungkinan peradangan meainkan peran dalam kedua kondisi ini. Hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan satu sama lain.
Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi yang mana tubuh tidak dapat memproses gula dengan baik dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini bisa dikontrol dengan melakukan diet dan olahraga, tapi jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.
source: health detik
Perokok Pasif Rentan Kecanduan Nikotin
Terpapar asap rokok misalnya di dalam ruang yang sama akan memiliki dampak langsung yang terukur di otak, dan efek yang muncul mirip seperti yang terjadi pada otak orang yang merokok.
Studi yang didanai oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) mengungkapkan bahwa paparan asap rokok ini bisa membuat orang kecanduan atau membangkitkan keinginan yang sama seperti perokok. Hasil studi ini sudah diterbitkan dalam Archives of General Psychiatry pada 1 Mei 2011.
Penelitian ini menggunakan alat positron emission tomography (PET) yang menunjukkan bahwa satu jam terpapar asap rokok di dalam ruang tertutup sudah cukup bagi nikotin untuk mencapai otak dan mengikat reseptor yang biasanya ditargetkan oleh perokok. Diketahui hal yang sama tersebut terjadi pada otak perokok maupun non-perokok.
Dalam studi sebelumnya telah diketahui bahwa paparan asap rokok pada perokok pasif bisa meningkatkan kemungkinan anak menjadi perokok pada remaja dan membuatnya lebih sulit untuk berhenti merokok saat dewasa. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa kerja asap rokok di otak bisa mempromosikan perilaku merokok.
"Paparan asap rokok yang terbatas sudah cukup membuat nikotin mencapai otak dan mengubah fungsinya. Paparan yang kronis dan parah bisa meningkatkan kadar nikotin di otak yang meningkatkan kerentanan terhadap kecanduan nikotin," ujar Direktur NIDA, Nora D Volkow, MD, seperti dikutip dari ScienceDaily, Selasa (3/5/2011).
Selain itu perokok pasif juga berisiko mengalami penyakit jantung, kanker paru-paru, kondisi serius pada anak termasuk sindrom kematian bayi mendadak, infeksi pernapasan serta asma yang parah.
"Hasil studi ini memberikan bukti nyata untuk mendukung kebijakan larangan merokok di tempat umum, khususnya di ruang tertutup dan di sekitar anak-anak serta ibu hamil," ujar Arthur Brody, MD dari UCLA Department of Psychiatry & Biobehavioral Sciences.
source: health detik
Buang Puntung Rokok ke Laut Bikin Ikan Semaput
Saat ini ada 5,6 triliun penduduk dunia yang merokok per tahunnya, dan sekitar 4,5 triliun membuang puntung rokoknya ke luar setelah selesai merokok. Kebiasaan ini sebaiknya dihentikan karena bisa berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup sekitar.
Semua sampah memang bebahaya, tapi puntung rokok yang dibuang merupakan salah satu sampah terburuk karena mengandung 4.000 bahan kimia yang sebagian besar berbahaya dan sangat beracun. Bahan-bahan beracun tersebut ada yang secara alami sudah terdapat di tembakau dan ada juga yang ditambahkan dalam pembuatan rokok.
Studi yang dipimpin oleh Eli Slaughter dari San Diego State University Graduate School of Public Health dan hasilnya sudah dipublikasikan dalam jurnal Tobacco Control ini berusaha menemukan jenis racun yang bisa merugikan tersebut.
Slaughter dan tim mematahkan sampah rokok dalam 3 kategori yaitu filter rokok yang tersisa, filter rokok yang terbakar dan filter rokok yang tidak terbakar yang semuanya mengandung bahan kimia. Sampel ini lalu direndam dalam 2 liter air dengan jumlah putung rokok yang berbeda-beda. Setelah 24 jam puntung rokok diangkat dan dimasukkan beberapa ikan.
Dalam studi ini peneliti memilih dua jenis ikan yaitu ikan topsmelt dan fathead minnow. Slaughter dan tim mencari nilai LC50, yaitu limit konsentrasi dari puntung rokok dalam air yang bisa membunuh 50 persen sampel.
Dari ketiga potongan rokok itu diketahui filter yang masih mengandung tembakau adalah bagian yang paling mematikan dengan nilai LC50 sebesar 1 puntung rokok per liter. Hasil ini cukup mengagetkan para peneliti, seperti dikutip dari Ecocentrics.Time.com, Senin (9/5/2011).
Peneliti mengungkapkan hampir seluruh bagian rokok berbahaya, bagian filter rokok yang menahan rokok terbakar sempurna juga mengandung bahan kimia, dan bagian ujung dari rokok yang terbakar kemungkinan masih mengandung aseton, formaldehid, benzena, hidrogen sianida dan argon.
Meskipun risiko yang mungkin ditimbulkan rendah namun harus tetap memperhitungkan faktor bioakumulasi. Konsentrasi dari racun ini akan meningkat jika ikan yang besar mengonsumsi ikan-ikan kecil di perairan sehingga jumlah bahan kimia yang terakumulasi di dalam tubuh meningkat dan masuk dalam rantai makanan.
Untuk mencegah kematian ikan dan bertambahnya jumlah bahan kimia beracun sebaiknya hentikan kebiasaan melempar puntung rokok ke laut atau sungai. Dan cara terbaik untuk mengindari hal tersebut adalah dengan berhenti merokok sama sekali.
source: health detik
Kenapa Asap Rokok Lebih Bahaya dari Asap Kendaraan?
"Tentu semua memang berbahaya, tapi polutan dari asap kendaraan lebih sedikit kandungan yang berbahayanya, kalau tidak salah tidak sampai 10 seperti karbon monoksida, sulfur dan nitrogen," ujar dr H Azimal, MKes selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam acara temu media menyambut Hari Tanpa Tambakau Sedunia dengan tema: Melalui Regulasi terbaik, Kita Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Merokok di gedung Kemenkes, Jumat (27/5/2011).
Sedangkan berbagai studi menjelaskan bahwa di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Hal ini yang menjelaskan mengapa asap rokok lebih berbahaya dibanding asap kendaraan.
Selain itu bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.
"Asap rokok itu kalau ditiupkan ke meja agak susah hilangnya karena dia lengket, jadi bagaimana jadinya jika asap itu masuk ke dalam paru-paru yang makin lama bisa makin banyak jumlahnya," ungkapnya.
dr Azimal menuturkan lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap rokok atau sebagai perokok pasif. Jika anak-anak ini sering terpapar asap rokok maka ia bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronchitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma.
"Misalnya dalam satu rumah bapaknya merokok dan ada bayi, maka bayi tersebut bisa saja mengalami gangguan pertumbuhan," ujar dr Azimal.
Diperkirakan bau asap rokok yang susah hilang ini karena asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.
Banyaknya dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari asap rokok bagi kesehatan seseorang itulah yang membuat asap rokok lebih mendapatkan perhatian, meski begitu bukan berarti asap kendaraan tidak berbahaya karena di dalamnya tetap mengandung senyawa yang beracun bagi tubuh.
source: health detik
Kamis, 14 April 2011
PENYAKIT ASMA
[Apa yang Dimaksud Penyakit Asma?]
Penyakit asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sukar bernapas.” Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas, batuk, dan mengi yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas.
Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas yang menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.
Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul di segala usia. Meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia di bawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tiga puluh tahunan.
Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap penyakit asma dan 225 ribu orang meninggal karena penyakit asma pada tahun 2005 lalu. Hasil penelitian International Study on Asthma and Alergies in Childhood pada tahun yang sama menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma melonjak dari sebesar 4,2% menjadi 5,4 %.
Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan terjadi diakibatkan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.
Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu.Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin.
PENYAKIT BRONKITIS
Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.
[PENYEBAB]
Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:
- Sinusitis kronis
- Bronkiektasis
- Alergi
- Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:
- Berbagai jenis debu
- Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
- Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
- Tembakau dan rokok lainnya.
Bronkitis dibagi menjadi dua :
Bronkitis akut
Virus yang sama yang menyebabkan pilek seringkali memicu terjadinya bronkitis akut. Tapi Anda bisa saja mengalami bronkitis karena menghirup asap rokok atau polutan yang berasal dari bahan pembersih rumahtangga dan lainnya.
Bronkitis bisa juga terjadi akibat seringnya asam lambung masuk ke saluran makanan di tenggorokan dan sebagian jatuh di saluran napas atas. Kondisi ini disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan para pekerja yang kerap terpapar partikel debu tertentu atau asap bisa juga mengalami bronkitis. Tapi bronkitis akut ini bisa sembuh jika di penderita tak lagi terpapar material pembuat iritasi itu.
Bronkitis kronis
Ketika peradangan dan penebalan lapisan bronkus menjadi permanen, itu bisa disebut sebagai bronkitis kronis. Anda bisa dianggap menderita bronkitis kronis jika mengalami batuk hampir sepanjang hari selama sedikitnya tiga bulan dalam setahun selama dua tahun berturut-turut. Namun, bagi perokok yang menderita bronkitis kronis, biasanya mereka mengalami batuk hampir setiap hari. Tak seperti bronkitis akut, bronkitis kronis adalah penyakit serius dan terus menerus. Penyebab utamanya adalah merokok, tapi polusi udara, debu atau gas beracun dapat juga memicu kondisi ini.
[GEJALA]
Ada beberapa tanda dan gejala pada kondisi bronkitis akut dan kronis:
• Batuk
• Produksi mukus atau dahak (sputum) berlebih
• Napas pendek
• Napas berbunyi
• Kelelahan
• Demam dan menggigil
• Dada sesak
Dalam kondisi bronkitis akut, biasanya si penderita akan tetap mengalami batuk selama berpekan-pekan meski sudah sembuh dari bronkitis. Namun, gejala-gejala bronkitis kadang menipu, karena ada kalanya penderita bronkitis tak menghasilkan dahak Anda bisa saja terkena bronkitis kronis tanpa lebih dulu mengalami bronkitis akut.
Jika Anda mengalami bronkitis kronis, peradangan jangka panjang dapat menyebabkan bronkus tergores, yang akan memicu produksi dahak berlebih. Lama kelamaan lapisan bronkus ini akan menebal dan saluran napas akan mengalami luka. Tanda-tanda dan gejala bronkitis kronis antara lain:
• Batuk yang parah pada pagi hari dan pada kondisi lembab
• Sering mengalami infeksi saluran napas (seperti misalnya pilek atau flu) yang dibarengi dengan batuk
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.
Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk. Bisa juga terjadi pada pneumonia.
[PENGOBATAN]
Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
[PENCEGAHAN]
Kalau Anda sering terserang bronkitis, pasti ada yang salah dengan lingkungan Anda. Suhu dingin, lembab, apalagi terpolusi oleh asap rokok dan polusi udara, akan membuat Anda amat rentan terserang bronkitis. Jika demikian, maka perlu dipertimbangkan untuk mengubah lingkungan hidup dan kerja Anda.
Ada beberapa langkah penting untuk menekan risiko terserang bronkitis dan melindungi paru-paru Anda:
• Jangan merokok dan jauhi para perokok. Asap rokok meningkatkan risiko terjadinya bronkitis kronis dan emphysema.
• Hindari mereka yang terserang pilek atau flu.
• Selalu cuci tangan dengan sabun. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus, seringlah mencuci tangan dan biasa mengurangi tertular.