Minggu, 05 Juni 2011

82 Juta Penduduk Indonesia Jadi Perokok Aktif

Jakarta, Indonesia menempati urutan ketiga di dunia dengan jumlah perokok terbanyak setelah China dan India. Berdasarkan data Riskesdas 2010 diketahui sekitar 34,7 persen penduduk Indonesia menjadi perokok aktif yang kebanyakan berpendidikan rendah.

Kepulan Asap Rokok Bisa Bikin Orang Kena Diabetes

Jakarta, Efek negatif rokok kembali bertambah. Jika selama ini rokok identik dengan penyakit paru-paru dan jantung, penelitian terbaru menemukan kepulan asap rokok juga bikin orang rentan kena diabetes tipe 2.

Kepulan asap rokok ini bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup)baik bagi perokok aktif maupun pasif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa asap rokok meningkatkan risiko diabetes tipe 2, dan risiko ini akan lebih tinggi terjadi pada perokok pasif. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam paper Diabetes Care.

"Potensi risiko diabetes dari paparan asap rokok ini sebelumnya tidak diketahui. Untuk itu masyarakat sebaiknya membatasi paparan asap rokok dari lingkungan sekitarnya," ujar Dr David Nathan, kepala Diabetes Center di Massachusetts General Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/3/2011).

Untuk studi terbaru ini, Dr John P Forman dan kolega dari Brigham and Women's Hospital di Boston melihat respons dari 100.000 perempuan. Partisipan ini diberi pertanyaan seputar berapa lama waktu mereka menjadi perokok aktif ataupun perokok pasif.

Forman dan tim menemukan bahwa perempuan yang merokok lebih dari dua bungkus sehari memiliki kemungkinan paling tinggi terkena diabetes, dan risiko terkena diabetes ini akan lebih tinggi terjadi pada perempuan yang terpapar asap rokok (perokok pasif).

"Meski partisipannya adalah perempuan tapi tidak ada alasan bahwa hasil penelitian ini tidak berlaku untuk kaum laki-laki, karena faktor risiko penyakit diabetes sama untuk kedua jenis kelamin," ujar Forman.

Sementara itu Nathan menuturkan belum diketahui dengan pasti apa hubungan antara diabetes dan merokok, tapi ada kemungkinan peradangan meainkan peran dalam kedua kondisi ini. Hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan satu sama lain.

Diabetes tipe 2 adalah suatu kondisi yang mana tubuh tidak dapat memproses gula dengan baik dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini bisa dikontrol dengan melakukan diet dan olahraga, tapi jika tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

source: health detik

Perokok Pasif Rentan Kecanduan Nikotin

Jakarta, Selama ini hanya perokok aktif yang diketahui berisiko mengalami kecanduan terhadap nikotin. Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa perokok pasif juga rentan kecanduan nikotin.

Terpapar asap rokok misalnya di dalam ruang yang sama akan memiliki dampak langsung yang terukur di otak, dan efek yang muncul mirip seperti yang terjadi pada otak orang yang merokok.

Studi yang didanai oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) mengungkapkan bahwa paparan asap rokok ini bisa membuat orang kecanduan atau membangkitkan keinginan yang sama seperti perokok. Hasil studi ini sudah diterbitkan dalam Archives of General Psychiatry pada 1 Mei 2011.

Penelitian ini menggunakan alat positron emission tomography (PET) yang menunjukkan bahwa satu jam terpapar asap rokok di dalam ruang tertutup sudah cukup bagi nikotin untuk mencapai otak dan mengikat reseptor yang biasanya ditargetkan oleh perokok. Diketahui hal yang sama tersebut terjadi pada otak perokok maupun non-perokok.

Dalam studi sebelumnya telah diketahui bahwa paparan asap rokok pada perokok pasif bisa meningkatkan kemungkinan anak menjadi perokok pada remaja dan membuatnya lebih sulit untuk berhenti merokok saat dewasa. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa kerja asap rokok di otak bisa mempromosikan perilaku merokok.

"Paparan asap rokok yang terbatas sudah cukup membuat nikotin mencapai otak dan mengubah fungsinya. Paparan yang kronis dan parah bisa meningkatkan kadar nikotin di otak yang meningkatkan kerentanan terhadap kecanduan nikotin," ujar Direktur NIDA, Nora D Volkow, MD, seperti dikutip dari ScienceDaily, Selasa (3/5/2011).

Selain itu perokok pasif juga berisiko mengalami penyakit jantung, kanker paru-paru, kondisi serius pada anak termasuk sindrom kematian bayi mendadak, infeksi pernapasan serta asma yang parah.

"Hasil studi ini memberikan bukti nyata untuk mendukung kebijakan larangan merokok di tempat umum, khususnya di ruang tertutup dan di sekitar anak-anak serta ibu hamil," ujar Arthur Brody, MD dari UCLA Department of Psychiatry & Biobehavioral Sciences.

source: health detik

Buang Puntung Rokok ke Laut Bikin Ikan Semaput

Jakarta, Kadang perokok suka membuang puntung rokoknya sembarangan, salah satunya adalah ke laut atau sungai. Namun hal sepele ini bisa sangat berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di laut yaitu ikan.

Saat ini ada 5,6 triliun penduduk dunia yang merokok per tahunnya, dan sekitar 4,5 triliun membuang puntung rokoknya ke luar setelah selesai merokok. Kebiasaan ini sebaiknya dihentikan karena bisa berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup sekitar.

Semua sampah memang bebahaya, tapi puntung rokok yang dibuang merupakan salah satu sampah terburuk karena mengandung 4.000 bahan kimia yang sebagian besar berbahaya dan sangat beracun. Bahan-bahan beracun tersebut ada yang secara alami sudah terdapat di tembakau dan ada juga yang ditambahkan dalam pembuatan rokok.

Studi yang dipimpin oleh Eli Slaughter dari San Diego State University Graduate School of Public Health dan hasilnya sudah dipublikasikan dalam jurnal Tobacco Control ini berusaha menemukan jenis racun yang bisa merugikan tersebut.

Slaughter dan tim mematahkan sampah rokok dalam 3 kategori yaitu filter rokok yang tersisa, filter rokok yang terbakar dan filter rokok yang tidak terbakar yang semuanya mengandung bahan kimia. Sampel ini lalu direndam dalam 2 liter air dengan jumlah putung rokok yang berbeda-beda. Setelah 24 jam puntung rokok diangkat dan dimasukkan beberapa ikan.

Dalam studi ini peneliti memilih dua jenis ikan yaitu ikan topsmelt dan fathead minnow. Slaughter dan tim mencari nilai LC50, yaitu limit konsentrasi dari puntung rokok dalam air yang bisa membunuh 50 persen sampel.

Dari ketiga potongan rokok itu diketahui filter yang masih mengandung tembakau adalah bagian yang paling mematikan dengan nilai LC50 sebesar 1 puntung rokok per liter. Hasil ini cukup mengagetkan para peneliti, seperti dikutip dari Ecocentrics.Time.com, Senin (9/5/2011).

Peneliti mengungkapkan hampir seluruh bagian rokok berbahaya, bagian filter rokok yang menahan rokok terbakar sempurna juga mengandung bahan kimia, dan bagian ujung dari rokok yang terbakar kemungkinan masih mengandung aseton, formaldehid, benzena, hidrogen sianida dan argon.

Meskipun risiko yang mungkin ditimbulkan rendah namun harus tetap memperhitungkan faktor bioakumulasi. Konsentrasi dari racun ini akan meningkat jika ikan yang besar mengonsumsi ikan-ikan kecil di perairan sehingga jumlah bahan kimia yang terakumulasi di dalam tubuh meningkat dan masuk dalam rantai makanan.

Untuk mencegah kematian ikan dan bertambahnya jumlah bahan kimia beracun sebaiknya hentikan kebiasaan melempar puntung rokok ke laut atau sungai. Dan cara terbaik untuk mengindari hal tersebut adalah dengan berhenti merokok sama sekali.

source: health detik

Kenapa Asap Rokok Lebih Bahaya dari Asap Kendaraan?

Jakarta, Kadang masyarakat bertanya kenapa asap rokok lebih diperhatikan dibanding dengan asap yang keluar dari kendaraan. Hal ini karena asap rokok lebih berbahaya dibandingkan asap kendaraan. Kenapa begitu?

"Tentu semua memang berbahaya, tapi polutan dari asap kendaraan lebih sedikit kandungan yang berbahayanya, kalau tidak salah tidak sampai 10 seperti karbon monoksida, sulfur dan nitrogen," ujar dr H Azimal, MKes selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam acara temu media menyambut Hari Tanpa Tambakau Sedunia dengan tema: Melalui Regulasi terbaik, Kita Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Merokok di gedung Kemenkes, Jumat (27/5/2011).

Sedangkan berbagai studi menjelaskan bahwa di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) dan 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik). Hal ini yang menjelaskan mengapa asap rokok lebih berbahaya dibanding asap kendaraan.

Selain itu bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.

"Asap rokok itu kalau ditiupkan ke meja agak susah hilangnya karena dia lengket, jadi bagaimana jadinya jika asap itu masuk ke dalam paru-paru yang makin lama bisa makin banyak jumlahnya," ungkapnya.

dr Azimal menuturkan lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap rokok atau sebagai perokok pasif. Jika anak-anak ini sering terpapar asap rokok maka ia bisa mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronchitis, infeksi saluran pernapasan, telinga dan asma.

"Misalnya dalam satu rumah bapaknya merokok dan ada bayi, maka bayi tersebut bisa saja mengalami gangguan pertumbuhan," ujar dr Azimal.

Diperkirakan bau asap rokok yang susah hilang ini karena asap rokok terbuat dari rantai molekul yang panjang, sehingga butuh waktu yang lama atau sulit untuk dihilangkan terutama pada kain. Selain itu asap rokok yang dihasilkan umumnya mengandung banyak zat atau residu.

Banyaknya dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari asap rokok bagi kesehatan seseorang itulah yang membuat asap rokok lebih mendapatkan perhatian, meski begitu bukan berarti asap kendaraan tidak berbahaya karena di dalamnya tetap mengandung senyawa yang beracun bagi tubuh.

source: health detik